Latest Entries »

Latihan Soal Pranata Sosial

LEMBAGA SOSIAL

1. Istilah lain tentang lembaga social adalah … dan …
2. Lembaga social berisi ….
3. Setiap nilai dan norma yang ada di masyarakat akan ditanamkan kepada setiap individu baru.       Proses penanaman nilai dan norma ini disebut….
4. Apabila setiap norma yang dianggap baik dan diperlukan untuk mengatur pemenuhan             kebutuhan-kebutuhan khusus di masyarakat telah dipahami, diterima dan dilembagakan, maka proses ini disebut….
5. Lembaga social diperlukan oleh setiap anggota masyarakat agar…
6. Aturan-aturan di dalam lembaga social masih tetap berlaku walaupun para penyusunnya telah meninggal dunia puluhan atau ratusan tahun yang lalu. Hal ini sesuai dengan salah satu ciri lembaga social, yaitu
7. Lembaga social dapat menyatukan masyarakat melalui hubungan social karena perilaku mereka diatur melalui peraturan-peraturan untuk memperkecil konflik social. Hal ini menunjukkan peran lembaga social sebagai ….
8. Lembaga perkawinan memiliki beberapa tujuan seperti untuk menjaga harkat dan martabat manusia, untuk menghindarkan manusia dari perbuatan zina dan untuk melindungi anggota-anggota masyarakat dari bahaya. Hal ini menunjukkan salah satu ciri lembaga social yaitu ….
9. Berdasarkan sudut perkembangan, lembaga social dibedakan menjadi dua, yaitu ….
10. Berdasarkan sudut nilai yang diterima oleh masyarakat lembaga social dibedakan menjadi dua yaitu ….
11. Di dalam masyarakat terdapat lembaga-lembaga yang keberadaannya ditolak atau tidak disetujui oleh masyarakat. Lembaga ini digolongkan ke dalam tipe….
12. Keluarga Pak Budi terdiri atas Pak Budi sebagai kepala keluarga, Nyonya Budi sebagai ibu rumah tangga dan dua anaknya yaitu Badu dan Banu. Ditinjau dari susunannya keluarga ini disebut sebagai keluarga ….
13. Setiap anggota keluarga selalu saling memberi perhatian, kasih sayang dan kehangatan sehingga mereka yang berada di dalamnya merasa nyaman dan tenteram. Hal ini menunjukkan fungsi … dari sebuah keluarga.
14. Kedua orang tua Siti selalu berupaya untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya dengan bekerja giat siang dan malam. Orang tua Siti dalam hal ini sedang menjalankan fungsi ….
15. Di dalam keluarga dapat terjadi peristiwa kekerasan dalam rumah tangga tanpa dapat diketahui oleh orang luar. Keadaan ini menunjukkan salah satu fungsi … atas keluarga.
16. Untuk memenuhi kebutuhan kesejahteraan material, maka anggota-anggota masyarakat menyusun salah satu lembaga social bernama ….
17. Lembaga ekonomi ditopang oleh tiga aktivitas utama yaitu….
18. Pabrik pupuk, sawah yang ditanami padi, dan kolam yang ditebari ikan merupakan contoh kegiatan ….dalam lembaga ekonomi.
19. Toko kelontong, pasar buah, tempat pelalangan ikan merupakan aktivitas utama ekonomi yang tergolong sebagai aktivitas….
20. Untuk menjalankan fungsi pranata ekonomi maka dibentuk asosiasi, misalnya…
21. Seseorang yang membutuhkan sebuah baju tidak perlu jauh-jauh membelinya di pabrik garmen. Ia memperolehnya dengan membeli di toko pakaian dengan rumah. Pola distribusi yang demikian disebut….
22. Untuk memperoleh kemakmuran sebesar-besarnya, manusia melakukan penambangan pasir besi secara besar-besaran sehingga menimbulkan kerusakan alam yang sangat parah. Hal ini menunjukkan salah satu fungsi… atas lembaga ekonomi.
23. Kegiatan ekonomi dimaksudkan untuk meningkatkan kemakmuran para pelakunya. Pernyataan ini merupakan contoh fungsi…
24. Kebutuhan terhadap rasa aman, tenteram dan ketenangan batin memerlukan lembaga social bernama….
25. Di dalam lembaga agama dipertemukan beraneka manusia dari ras, suku bangsa dan kebudayaan yang berbeda. Walaupun berbeda-beda mereka memiliki solidaritas yang sangat tinggi. Hal ini merupakan salah satu fungsi manifest lembaga agama yaitu….
26. Hal-hal yang berkaitan dengan negara, kekuasaan dan pembuatan kebijakan publik diatur di dalam lembaga….
27. Setiap negara memiliki undang-undang yang membatasi perilaku anggota-anggota masyarakat agar tidak saling mengganggu. Jika ada anggota-anggota masyarakat yang mengganggu ketertiban umum maka kepadanya diberi sanksi hukuman sesuai dengan pasal perundang-undangan yang dilanggar. Negara sebagai lembaga politik dalam hal ini memiliki fungsi….
28. Tindakan korupsi dapat dipastikan melibatkan aparat negara. Pelakunya adalah pejabat publik yang seharusnya melakukan tugas menyejahterakan rakyat. Dalam kasus ini lembaga politik juga memiliki fungsi….
29. Agar anggota-anggota masyarakat tidak saling melanggar hak dan kewaijiban orang lain, maka dibangun lembaga….yang berisi aturan ketat tentang pengaturan perilaku.
30. Hukum harus ditegakkan oleh setiap anggota masyarakat dengan panduan para penegak hukum. Penegak hukum yang bertugas menyampaikan dakwaan dalam proses pengadilan adalah….

Kisi-kisi UTS Kelas 12 KTSP

Kisi-kisi UTS Kelas 12 IPS

  1. Dapat menyebutkan ciri-ciri perubahan social
  2. Dapat menjelaskan pengertian perubahan social menurut Selo Soemardjan.
  3. Mengidentifikasi gejala perubahan social pada aspek struktur social maupun system social.
  4. Dapat membedakan factor internal dan factor eksternal perubahan social.
  5. Menjelaskan perubahan social regres dan progress
  6. Membedakan dampak positif dan negative pembangunan sebagai suatu proses perubahan social.
  7. Menunjukkan modernisasi di Indonesia dalam bidang pendidikan, social budaya dan perekonomian.
  8. Menunjukkan contoh perubahan social yang dikehendaki dan yang tidak dikehendaki.
  9. Mengidentifikasi berbagai bentuk tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dalam proses perubahan social.
  10. Menunjukkan contoh asimilasi dan akulturasi sebagai hasil perubahan social..
  11. Menjelaskan gejala difusi di masyarakat.
  12. Menunjukkan contoh gejala-gejala sebagai berikut yang terjadi di masyarakat : a) Globalisasi, b) Sekularisasi, c) Konsumerisme, d) Westernisasi.

@@@

Jejak

Tinggalkan jejak dengan membuat komentar, cantumkan nama dan kelas.

  1. Jelaskan perbedaan antara konflik dengan kekerasan
  2. Tunjukkan contoh konflik antargenerasi dan konflik antarkelas sosial
  3. Setiap terjadi konflik sosial akan ada pihak yang melakukan akomodasi. Tunjukkan contoh akomodasi yang berupa:      koersi, toleransi, arbitrasi, mediasi dan ajudikasi

Kisi-kisi UTS 1 Tahun Pelajaran 2015/2016
Mata Pelajaran : Sosiologi
A. Kelas 10 KTSP

1. Menjelaskan pengertian Sosiologi sebagai ilmu
2. Menyebutkan ciri-ciri Sosiologi sebagai ilmu.
3. Menjelaskan kegunaan memperlajari SOsiologi bagi siswa SMA
4. Mendiskripsikan sejarah singkat pertumbuhan Sosiologi sebagai ilmu
5. Menjelaskan perbedaan antara masyarakat dengan ciri-ciri gemeinschaft dengan gesellschaft
6. Menjelaskan perbedaan antara mayarakat dengan solidaritas organis dengan solidaritas mekanis
7. Menggambarkan pengertian nilai social
8. Mendeksripsikan jenis-jenis nilai social
9. Menyebutkan fungsi nilai sosial
10. Menjelaskan pengertian norma social
11. Mendeskripsikan jenis-jenis norma social
12. Menyebutkan fungsi norma sosial
B. Kelas 11 IPS
1. Menjelaskan pengertian struktur social
2. Menyebutkan ciri-ciri struktur social
3. Menjelaskan fungsi struktur social
4. Membedakan antara struktur vertical dengan struktur horizontal
5. Menyebutkan 4 kriteria stratifikasi social
6. Membedakan stratifikasi social terbuka dengan stratifikasi social tertutup
7. Menggambarkan struktur social masyarakat agraris dan masyarakat berkasta
8. Menyebutkan 3 dasar penentuan diferensiasi social
9. Menjelaskan dasar penggolongan ras
10. Menjelaskan dasar penggolongan suku bangsa
11. Menyebutkan unsur-unsur agama
12. Menunjukkan perbedaan antara jenis kelamin dengan gender.
13. Menunjukkan gejala social yang mengandung unsur-unsur :
a. Sikap primordial
b. Perilaku etnosentris
c. Sikap fanatisme
d. Perilaku rasisme
e. Kelompok sektarian

Ragam Gejala Sosial

Pelapisan Sosial

1. Ilustrasi

Pada setiap akhir semester, ada sekolah yang mengumumkan peringkat siswa di setiap kelas. Peringkat pertama akan mendapatkan hadiah yang nilainya lebih besar dibandingkn dengan peringkat sesudahnya. Dasar penyusunan peringkat adalah perolehan nilai.

Di kalangan pengusaha angkutan, pengusaha yang memiliki lebih banyak armada akan lebih disegani oleh pengusaha yang armadanya tidak terlalu banyak. Pemilik mayoritas moda angkutan dapat melakukan tekanan-tekanan dalam penentukan tarif, pembelian trayek dan perekrutan pekerja.

Dari dua ilustrasi tersebut timbul kemudian pelapisan sosial di masyarakat, dimana mereka yang lebih unggul akan menempati lapisan sosial di atas mereka yang tidak begitu unggul.

 2.  Terjadinya pelapisan sosial

  • Terjadi dengan Sendirinya
    Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.
  • Terjadi dengan Sengaja
    Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.

Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:

  • Sistem Fungsional, merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.
  •  Sistem Skalar, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas ( Vertikal ).

3. Perbedaan sistem pelapisan menurut sifatnya

Menurut sifatnya, sistem pelapisan dalam masyarakat dibedakan menjadi:

  • Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
    Dalam sistem ini, pemindahan anggota masyarakat kelapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal istimewa. Di dalam sistem yang tertutup, untuk dapat masuk menjadi dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran. Di India, sistem ini digunakan, yang masyarakatnya mengenal sistem kasta. Sebagaimana yang kita ketahui masyarakat terbagi ke dalam :
  • Kasta Brahma : merupakan kasta tertinggi untuk para golongan pendeta;
    Kasta Ksatria : merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua;
  • Kasta Waisya : merupakan kasta dari golongan pedagang;
  • Kasta sudra : merupakan kasta dari golongan rakyat jelata;
  • Paria : golongan bagi mereka yang tidak mempunyai kasta. seperti : kaum gelandangan, peminta,dsb.
  • System pelapisan masyarakat yang terbuka
    Stratifikasi ini bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertikal maupun horisontal. Contoh:

–   Seorang miskin karena usahanya bisa menjadi kaya, atau sebaliknya.

–   Seorang yang tidak/kurang pendidikan akan dapat memperoleh pendidikan asal ada niat dan usaha.

  • System pelapisan social campuran
    Stratifikasi sosial c a m p u r a n m e r u p a k a n kombinasi antara stratifikasi tertutup dan terbuka. Misalnya, seorang Bali b e r k a s t a Brahmana mempunyai kedudukan terhormat di Bali, namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh, ia memperoleh kedudukan rendah. Maka, ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.

4.  Beberapa teori tentang pelapisan sosial

Bentuk konkrit daripada pelapisan masyarakat ada beberapa macam. Ada yang membagi pelapisan masyarakat seperti:

–          Masyarakat terdiri dari Kelas Atas (Upper Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).

–          Masyarakat terdiri dari tiga kelas, yaitu Kelas Atas (Upper Class), Kelas Menengah (Middle Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).

–           Sementara itu ada pula sering kita dengar : Kelas Atas (Upper Class), Kelas Menengah (Middle Class), Kelas Menengah Ke Bawah (Lower Middle Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).

Para pendapat sarjana memiliki tekanan yang berbeda-beda di dalam menyampaikan teori-teori tentang pelapisan masyarakat. seperti:

• Aristoteles membagi masyarakat berdasarkan golongan ekonominya sehingga ada yang kaya, menengah, dan melarat.
• Prof.Dr.Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH.MA menyatakan bahwa selama didalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya makan barang itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya sistem berlapis-lapis dalam masyarakat.
• Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada 2 kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu, yaitu golongan elite dan golongan non elite.
• Gaotano Mosoa, sarjana Italia. menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang sangat kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas yang pemerintah dan kelas yang diperintah.
• Karl Marx, menjelaskan secara tidak langsung tentang pelapisan masyarakat menggunakan istilah kelas menurut dia, pada pokoknya ada 2 macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyai dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.
Dari apa yang diuraikan diatas, akhirnya dapat disimpulkan bahwa ukuran atau kriteria yang biasa dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakatke dalam lapisan-lapisan sosial adalah sebagai berikut :
• Ukuran kekayaan :Ukuran kekayaan dapat dijadikan suatu ukuran; barangsiapa yang mempunyai kekayaan paling banyak, temasuk lapisan sosial paling atas.
• Ukuran kekuasaan : Barangsiapa yang mempunyai kekuasaan atau wewenang terbesar, menempati lapisan sosial teratas
• Ukuran kehormatan : ukuran kehormatan terlepas dari ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang yang paling disegani dan dihormati, menduduki lapisan sosial teratas.
• Ukuran ilmu pengetahuan : Ilmu pengetahuan dipakai ukuran oleh masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Ukuran ini kadang-kadang menjadi negatif, karena ternyata bukan ilmu yang menjadi ukuran tetapi gelar kesarjanaannya. Sudah tentu hal itu mengakibatkan segala mecam usaha untuk mendapatkan gelar tersebut walaupun secara tidak halal.
Ukuran-ukuran diatas tidaklah bersifat limitatif (terbatas),tetapi masih ada ukuran-ukuran lain yang dapat dipergunakan. Akan tetapi, ukuran-ukuran diatas yang menonjol sebagai dasar timbulnya pelapisan sosial dalam masyarakat. Jadi kriteria pelapisan sosial pada hakikatnya tergantung pada sistem nilai yang dianut oleh anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan.

5. Dampak dari pelapisan sosial

Adanya pelapisan sosial dapat pula mengakibatkan atau mempengaruhi tindakan-tindakan warga masyarakat dalam interaksi sosialnya. Pola tindakan individu-individu masyarakat sebagai konsekwensi dari adanya perbedaan status dan peran sosial akan muncul dengan sendirinya.

  • Dampak positif
    Pelapisan sosial merupakan hal yang tidak dapat diabaikan. Pelapisan sosial memberikan dampak positif jika dilakukan untuk mencapai tujuan bersama, dengan adanya pelapisan sosial mayarakat dalam satu organisasi dituntut untuk dapat menjalankan kewajiban dan mendapatkan hak mereka. Dengan system pelapisan sosial ini, maka akan terjalin kerja sama yang bersifat mutualisme.
  • Dampak negative
    Pelapisan sosial bagi sebagian kalangan merupakan dampak negative. Terjadinya kesenjangan sosial antar kalangan dalam masyarakat merupakan bukti kongkrit bahwa pelapisan sosial memberikan dampak buruk. Ideology seperti inilah yang membuat terjadinya banyak keributan dan permasalahan yang berasal dari sikap kesenjangan sosial. Kalangan kelas atas yang memandang rendah kalangan bawah semakin memperparah situasi, masyarakat bawah yang tidak menerima dirinya berada di bawah merasa cemburu kepada orang lain yang berada di atas. Akibatnya, terjadilah tindakan-tindakan kriminal. Sikap saling tidak menghargai orang lain seperti itu dapat menimbulkan perpecahan dalam masyarakat.

Dari poin-poin diatas dapat kita simpulkan bahwa pelapisan sosial memang tidak dapat terlepas dalam kehidupan bermasyarakat. Tapi bukan berarti pelapisan sosial malah merenggangkan dan mejadikan kesenjangan sosial dimasyarakat. Saling menghargai dan menghormati kewajiabn dan hak orang lain adalah solusi untuk masalah pelapisan sosial ini

RAGAM GEJALA SOSIAL DALAM MASYARAKAT

  1. REALIATAS SOSIAL

Peter Berger dan Thomas Luckman dalam buku mereka yang berjudul The Social Contruction of Reality, mengemukakan Realitas adalah kualitas yang berkaitan dengan fenomena yang kita anggap berada diluar kemampuan kita. Dimensi obyektif dilihat dari adanya lembaga beserta nilai dan norma yang menunjukan bahwa masyarakat cenderung menginginkan keteraturan.

  • Masalah Sosial

Akibat dari interaksi sosial antar individu, antar kelompok dan antar kelompok dan individu. Soerjono Soekanto, Masalah Sosial adalah ketidaksesuaian antara unsur – unsur kebudayaan atau masyarakat. Soerjono Soekanto, membedakan masalah sosial menjadi empat :

  • Faktor Ekonomi : kemiskinan, pengangguran
  • Faktor Biologis : penyakit menular
  • Faktor Psikologis : penyakit syaraf, bunuh diri
  • Faktor kebudayaan : penceraian, kenakalan remaja

Para ahli sosiologi menggunakan beberapa dasar :    

  1. Kriteria Umum
  2. Sumber Masalah Sosial
  3. Pihak yang Menetapkan Masalah Sosial
  4. Masalah Sosial Nyata dan Laten
  5. Perhatian Masyarakat dan Masalah Sosial

Beberapa Masalah Sosial Masa Kini :

  1. Kemiskinan
  2. Kejahatan
  3. Disorganisasi Keluarga
  4. Masalah Generasi Muda dalam Masyarakat Modern
  5. Peperangan
  6. Pelanggaran Terhadap Norma – Norma Masyarakat
    1. Pelacuran
    2. Kenakalan Remaja
    3. Alkoholisme
    4. Korupsi
  1. NILAI DAN NORMA SOSIAL
  • Nilai Sosial

Nilai sosail adalah pemikiran abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap barik & buruk dalam kehidupan.

Pendapat para ahli :

NAMA                                   PENDAPAT           
Soerjono Soekanto Nilai yang dianut oleh suatu kelompok masyarakat.
B. Simanjuntak Sebagi ide – ide masyarakat tentang sesuatu yang baik
Kimball Young Sebagai unsur – unsur abstrak dan sering tidak disadari oleh apa yang benar & penting
A. W. Green Sebagai kesadaran yang berlangsung secara relatif, disertai emosi terhadap obyek dan ide orang perorangan
Woods Petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarah tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari – hari
Robert M.Z. Lawang Gambaran mengenai apa yang diinginkan, pantas, berharga dan mempengaruhi perilaku sosial
C. Kluckhohn 1. nilai hakikat hidup manusia

2. nilai hakikat karya manusia

3. nilai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu

4. nilai hakikat hubungan manusia dengan dalam

5. nilai hakikat hubungan manusia dengan sesamanya

  • Ciri – Ciri dan Fungsi Sosial

Ciri – ciri :

  • Terbentuknya melalui sosialisasi
  • Berkaitan satu sama lain dan membentuk sistem nilai
  • Konstruksi masyarakat
  • Disebarkan antara sesame warga masyarakat
  • Dapat mempengaruhi perkembangan diri seseorang
  • Memiliki pengaruh yang berbeda
  • Bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan

Menurut Drs. Suprapto, fungsi :

  • Mengarah masyarakat dalam berfikir dan bertingkah laku
  • Alat solidaritas dikalangan anggota masyarakat
  • Alat pengawas perilaku manusia
  • Penentu terakhir manusia dalam memenuhi peranan – peranan sosial
  • Dapat menyumbangkan seperangkat alat, untuk menetapkan “harga” sosial dari suatu kelompok
  • Pembagian Nilai

Prof. Dr. Notonegoro membagi nilai sosial, yaitu :

  1. Nilai Material : Segala sesuatu yang berguna bagi unsur fisik manusia
  2. Nilai Vital : segala sesuatu yng berguna bagi manusia untuk mengadakan kegiatan dan aktivitas
  3. Nilai Kerohanian : segala sesuatu yang berguna bagi batin manusia
    1. Nilai kebenaran Nilai religius
    2. Nilai keindahan
    3. Nilai kebaikan

Prof. Dr. Notonegoro, dapat dibedakan berdasarkan ciri – cirinya :

  1. Nilai Dominan : nilai yang dianggap lebih penting dibandingkan nilai lainnya.

Ukuran dominan atau tidaknya suatu nilai didasarkan pada :

  1. Banyaknya penganut nilai tersebut
  2. Lamanya nilai tersebut digunakan
  3. Tinggi rendahnya usaha pemberlakuan nilai tersebut.
  4. Nilai Berdarah Hijau : nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan, sehingga seseorang menjalankan tanpa melalui proses berfikir.
  • Norma Sosial

Norma yaitu aturan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat. Norma berfungsi mengatur dan mengendalikan perilaku masyarakat demi terciptanya keteraturan sosial. Norma menjadi panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku.

Norma sosial mengatur masyarakat bersifat formal dan non formal

  1. Norma formal : bersumber dari lembaga masyarakat formal
  2. Norma non formal : biasanya tidak tertulis dan jumlahnya lebih banyak dari norma formal.
  • Tingkatan Norma

Masing masing tingkatan norma memiliki kekuatan memaksa yang berbeda.

  1. Cara (use) : norma yang paling lemah daya tingkatannya karena hanya mendapatkan ejekan / cemohan.
  2. Kebiasaan (folkways) : aturan dengan kekuatan mengikat yang lebih kuat.
  3. Tata Kelakuan (mores) : aturan yang sudah diterima di masyarakat.
  4. Adat Istiadat (custom) : umumnya tidak tertulis , tapi memiliki sanksi.
  • Jenis Norma
  1. Norma Agama : berdasarkan ajaran suatu agama
  2. Norma Kesusilaan : yang didasari dari hati nurani / akhlak manusia
  3. Norma Kesopanan : Norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku masyarakat.
  4. Norma Kebiasaan : hasil dari melakukan perbuatan yang sama secara berulang – ulang, sehingga menjadi kebiasaan.
  5. Norma Hukum : perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat.
  1. SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
  • Hakikat Sosialisasi

Pendapat tentang sosialisasi :

NAMA PENDAPAT
Peter L. Berger Proses belajar seseorang untuk menjadi anggota yang dapat berpartisipasi di dalam masyarakat.
David A. Goslin Proses belajar yang dialami seseorang untuk memperoleh pengetahuan tentang nilai memperoleh pengetahuan tentang nilai dan norma – norma
Anthony Giddnes Proses seorang anak / anggota baru dalam suatu kelompok, belajar tentang cara hidup.
Koentjaraningrat Proses belajar kebudayaan dalam hubungan dengan sistem sosial
Carol R. Ember Istilah yang digunakan untuk menggambarkan perkembangan pola kelakuan
  • Proses Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

Kepribadian merupakan lumpulan kebiasaan, sifat, sikap dan ide – ide dari seorang individu. Menurut John Milton Yinger, kepribadian yaitu keseluruhan perilaku seorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu. Menurut Macionis, kepribadian yaitu sebagai pola konstan berfikir, merasakan dan bertindak. Menurut Ogburn dan Nomkoff, kepribadian yaitu totalitas sentimen, sikap, ide, kebiasaan, ketrampilan, dan perilaku individu. Menurut George Herbert Mead, manusia lahir belum mempunyai diri yang berkembang. Ada 3 tahap perkembangan manusia :

  1. Play
  2. Game stage
  3. Generalized other
  • Faktor – faktor Pembentukan Kepribadian
  1. Warisan biologis
  2. Lingkungan fisik
  3. Pengalaman kelompok
  4. Pengalaman unik
  • Agen, Bentuk, Tipe, dan Pola Sosialisasi
  • Agen agen sosiologi
  1. Keluarga

Menurut Gertrude Jaeger, peran agen sosialisasi pada tahap awal, terutama orang tua itu sangat penting

  1. Kelompok sebaya / sepermainan
  2. Sekolah

Menurut Robert Dreeben, seorang anak harus belajar mandiri disekolah dan menurutnya, meskipun orang tua juga mendorong anak untuk

  1. Media massa
  • Bentuk sosialisasi

Donald Light, Suzane Keller dan Craig Callhoun, mengemukakan setelah seseorang mendapatkan sosialisasi diri, maka selanjutnya ia akan mendapatkan sosialisasi sekunder.

  1. Sosialisasi primer
  2. Sosialisasi sekunder
  • Tipe sosialisasi

Terdapat dua tipe sosialisasi :

  1. Formal
  2. Informal
  • Pola sosialisasi

Getrude Jaeger membagi sosialisasi kedalam dua pola :

  1. Sosialisasi represif : menakankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan
  2. Sosialisasi partisipatoris : pola dengan ciri pemberian imbalan kepada anak yang berperilaku baik.
  1. PENYIMPANAN SOSIAL
  • Konformitas

Menurut John M. Shepard, konformitas yaitu bentuk interaksi ketika seseorang berperilaku terhadap orang lain sesuai dengan harapan masyarakat.

  • Perilaku menyimpang
  • Pengertian Perilaku Menyimpang

Suatu perilaku dikatakan menyimpang jika tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat

Pendapat beberapa sosiolog :

NAMA PENDAPAT
William Kornblum Tidak diatributkan pada individu / kelompok dengan kategori penyimpangan
James W. Van der Zanden Tindakan yang dianggap sebagi hal yang tercela diluar batas toleransi
Robert M. Z. Lawang Semua tindakan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial
Howard Saul Becker Penyimpangan bekanlah kualitas dan suatu tindakan yang dilakukan orang, melainkan konsekuensi dari adanya aturan dan penerapan sanksi
  • Teori – Teori Perilaku Menyimpang
  1. Edwin H. Sutherland

Teori : diferential association theory. Menurutnya, penyimpangan bersumber pada pergaulan dengan orang yang berperilaku menyimpang.

  1. Edwin M. Lemert

Teori : labelling theory. Menurutnya, seseorang menjadi penyimpang karena proses labelisasi oleh masyarakat terhadap oramg tersebut.

  1. Robert K. Merton

Menyatakan bahwa perilaku menyimpang terjadi karena tidak ada kaitanya antara tujuan denga cara yang telah ditetapkan dan dibenarkan oleh strukur sosial. 5 cara adpatasi individu terhadap situasi tertentu :

  • Konformitas : perilaku seseorang mengikuti cara dan tujuan yang telah ditetapkan masyarakat.
  • Inovasi : perilaku seseorang yang mengikuti tujuan yang ditentukan masyarakat denga menggunakan cara yang dilarang masyarakat.
  • Ritualisme : perilaku seseorang telah meninggalakn tujuan budaya, tetapi tetap berpegang pad acara yang telah ditetapkan oleh masyarakat.
  • Retretisme : perialaku seseorang tidak mengikuti tujuan dan cara yang dikendaki masyarakat.
  • Pemberontakan
  1. Emile Durkheim

Keseragaman semua anggota masyarakat tentang kesadaran mmoral tidak memungkinkan.

  1. Karl Mark

Teori Konflik. Perilaku yang dbentuk oleh pihak yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka sendiri.

  1. David Berry

Penyimpangan bukan semata – mata disebabkan oleh ketidak patuhan terhadap nilai dan norma.

  • HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MENYIMPANG DAN SOSIALISASI YANG TIDAK SEMPURNA

Sering terjadi ketidaksepakatan antara pesan yang disampaikan perilaku sosialisasi satu dengan pelaku yang yang lain, maka proses inilah sosialisasi mennjadi kurang sempurna

  • SIFAT DAN MACAM PERILAKU MENYIMPANG
  • Sifat – sifat Perilaku Menyimpang
  1. Positive

Penyimpangan yang mengandung unsur inovasi, kreativitas dan memperkaya alternative.

  1. Negative

Pelaku bertindak mengikuti nilai – nilai sosial yang dipandang rendah dan berakibat buruk serta mengganggu sistem sosial.

  • Macam – Macam Perilaku Menyimpang
  1. Tindakan Kriminal
    • Kejahatan tanpa korban
    • Kejahatan terorganisasir
    • Kejahatan kerah putih
    • Kejahatan korporat
  1. Penyimpangan Seksual
    • Perzinaan – Transvestitisme
    • Lesbianism – Sodomi
    • Homoseks – Sadisme
    • Kumpul kebo – Pedofillia
  1. Pemakaian & Pengendara Obat Terlarang

Yang mengakibatkan kesehatan fisik dan mental seseorang dan lebih jauh pada ekstensi Negara.

Menurut Dr. Graham Blaine, kaum remaja terjerumus karena :

  • Ingin membuktikan keberanian
  • Ingin tau dan iseng
  • Solidaritas sesama teman
  • Ingin menghilangkan rasa gelisah
  • Ingin mencari arti hidup
  1. Penyimpangan Dalam Bentuk Gaya Hidup

Bersifat arogan dan eksentrik. Arogan : menyombongkan diri dan Eksentrik : perbuatan penyimpangan yang dianggap aneh.

  1. PENGENDALIAN SOSIAL
  • Hakikat Pengendali Sosial

Pengendalian sosial merupakan mekanisme untuk mencegah penyimpangan dan mengarah anggota masyarakat untuk bertindak menurut norma dan nilai yang telah melembaga.

  • Cara Pengendalian Sosial

Ada dua sifat yaitu Preventif adalah pengendalian sosial yang dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran. Represif adalah pengendalian sosial yang ditujukan untuk memulihkan keadaan seperti sebelum terjadi pelanggaran.

Ada berbagai cara pengendalian sosial yang dilakukan masyarakat, yaitu :

  1. Cara Pengendalian Melalui Institusi & Noninstitusi

Instuisi yaitu cara pengendalian sosial melalui lembaga – lembaga sosial yang ada didalam masyarakat. Noninstuisi yaitu cara penendalian di luar instuisi sosial yang ada.

  1. Cara Pengendalian Secara Lisan, Simbolik, dan Kekerasan

Melalui lisan dan simbolik (sosial persuasif), yaitu cara menekan pada usaha untuk mengajak anggota masyarakat agar dapat bertindak sesuai dengan aturan. Melalui kekerasan (sosial koersif), yaitu penekanan ancaman yang menggunakan kekuatan fisik.

  1. Cara Pengendalian Melaui Imbalan & Hukuman

Melalui imbalan (bersifat preventif), yaitu diberi imbalan atas tindakannya agar ia berperilaku sesuai dengan nilai dan norma. Melalui hukum (bersifat reprentif), yaitu bertujuan untuk memulihkan keadaan seperti sebelumnya terjadi pelanggaran.

  1. Cara Pengendalian Sosial Formal & Informasi

Formal menurut Paul Horton dan Chester Hunt, yaitu cara pengendalian sosial oleh lembaga – lembaga resmi yang memiliki peraturan – peraturan resmi. Informal, yaitu cara pengendalian sosial yang dilakukan oleh kelompok yang kecil, akrab, bersifat tidak resmi dan tidak memiliki aturan – aturan. Desas – desus, yaitu kabar angin dan Teguran, yaitu peringatan yang ditunjukan kepada seseorang yang melakukan penyimpangan.

  1. Cara Pengendalian Sosial Melalui Sosialisasi

Menurut Erich Fromm, apabila suatu masyarakat ingin berfungsi efektif, maka harus berperilaku sesuai dengan nilai dan norma. Menurut Formm, sosialisasi membentuk kebiasaan, keinginan dan adat istiadat kita.

  1. Cara Pengendalian Sosial Melalui Tekanan Sosial

Richard Lapiere melihat pengendalian sosial sebagai proses yang lahir dari kebutuhan individu agar diterima didalam kelompok. Bovard menyatakan bahwa seseorang cenderung mengekspresikan pernyataan.

  • Peran Lembaga Formal Dan Informal Dalam Pengendalian Sosial

Dalam lembaga pengendalian sosial dalam masyarakat Indonesia :

  • Polisi

Sebagai aparat Negara bertugas memelihara keamanan dan ketertiban serta mengatasi perilaku menyimpang anggota masyarakat sehingga terciptanya ketertiban.

  • Pengadilan

Alat pengendali sosial agar seseorang berhati – hati dalam bertingkah laku sehingga tidak terjadi pentimpangan.

  • Adat

Merupakan pranata sosial yang tedapat dalam masyarakat tradisional.

  • Tokoh masyarakat

Yaitu orang yang memiliki pengaruh sehingga ia dihormati dan disegani masyarakat.

  • Media masa

Merupakan lembaga yang cukup efektif dalam proses pengendalian sosial.

Paket 1.

1. Perubahan sosial di masyarakat telah menimbulkan berbagai gejala sosial. Berikut ini disebutkan 8 gejala sosial tersebut, tugas Anda adalah menyebutkan masing-masing 2 dua fakta di masyarakat dari setiap gejala yang disebutkan. Delapan gejala tersebut adalah 1) Globalisasi, 2) WEsternisasi, 3) Modernisasi, 4) Hedonisme, 5) Konsumerisme, 6) Lunturnya Nasionalisme, 7) Dekadensi Moral 8) Pergeseran peran dalam sosialisasi

2. Apa yang dimaksud dengan penyimpangan sosial ? Jelaskan dengan menyebutkan 4 bentuk penyimpangan sosial yang umum terjadi di masyarakat.

3. Di setiap masyarakat dapat ditemukan adanya pelapisan sosial. Mengapa demikian ?

4. Gambarkan contoh pelapisan sosial yang ada di sekolah maupun di masyarakat umum.

5. Apakah masyarakat Indonesia merupakan masyarakat heterogen ? Tunjukkan tiga bukti atas jawaban Anda.

Paket 2

1. Untuk tujuan apa saja kalangan terpelajar melakukan penelitian sosial ?

2. Sebutkan 4 karakteristik penelitian sosial.

3. Tunjukkan dengan contoh, perbedaan antara proses berpikir logis induktif dengan proses berpikir deduktif.

4. Sebutkan 5 manfaat penelitian sosial

5. Rancangan penelitian sosial harus memuat apa saja ? Sebutkan secara urut.

6. Buatlah 5 contoh pertanyaan tertutup yang akan digunakan di dalam angket. Angket tersebut akan digunakan untuk mengungkap kebiasaan belajar siswa suatu sekolah.

7. Buatlah tabel perbedaan langkah-langkah pengolahan data kualitatif dengan pengolahan data kuantitatif.

8. Laporan penelitian sosial terdiri atas 3 bagian. Sebutkan secara lengkap komponen setiap bagian.

Paket 1.

1. Perubahan sosial di masyarakat telah menimbulkan berbagai gejala sosial. Berikut ini disebutkan 8 gejala sosial tersebut, tugas Anda adalah menyebutkan masing-masing 2 dua fakta di masyarakat dari setiap gejala yang disebutkan. Delapan gejala tersebut adalah 1) Globalisasi, 2) WEsternisasi, 3) Modernisasi, 4) Hedonisme, 5) Konsumerisme, 6) Lunturnya Nasionalisme, 7) Dekadensi Moral 8) Pergeseran peran dalam sosialisasi

2. Apa yang dimaksud dengan penyimpangan sosial ? Jelaskan dengan menyebutkan 4 bentuk penyimpangan sosial yang umum terjadi di masyarakat.

3. Di setiap masyarakat dapat ditemukan adanya pelapisan sosial. Mengapa demikian ?

4. Gambarkan contoh pelapisan sosial yang ada di sekolah maupun di masyarakat umum.

5. Apakah masyarakat Indonesia merupakan masyarakat heterogen ? Tunjukkan tiga bukti atas jawaban Anda.

Paket 2

1. Untuk tujuan apa saja kalangan terpelajar melakukan penelitian sosial ?

2. Sebutkan 4 karakteristik penelitian sosial.

3. Tunjukkan dengan contoh, perbedaan antara proses berpikir logis induktif dengan proses berpikir deduktif.

4. Sebutkan 5 manfaat penelitian sosial

5. Rancangan penelitian sosial harus memuat apa saja ? Sebutkan secara urut.

6. Buatlah 5 contoh pertanyaan tertutup yang akan digunakan di dalam angket. Angket tersebut akan digunakan untuk mengungkap kebiasaan belajar siswa suatu sekolah.

7. Buatlah tabel perbedaan langkah-langkah pengolahan data kualitatif dengan pengolahan data kuantitatif.

8. Laporan penelitian sosial terdiri atas 3 bagian. Sebutkan secara lengkap komponen setiap bagian.

dadadsa

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.